Tim H2N menilai Deno Kamelus telah mengklaim program yang dibiayai oleh dana desa dan dimasukkan dalam realisasi atau capaian program Deno-Madur.
“Itu pun datanya juga salah, karena yang dihitung oleh tim H2N adalah realisasi RPJMD 2016-2021 sampai dengan tahun 2019 karena APBD tahun 2020 belum dievaluasi,” imbuh Wily.(obe)







