Trayek Bus ALBN Kupang – Dili, Andil Kemenhub sebagai Pemantik Ekonomi Warga di Wilayah 3T

IMG 20240415 211204
Foto: Bus DAMRI di Terminal Tipe A Kefamenanu

KEFAMENANU kabarntt.id — Pagi itu udara terasa begitu dingin menusuk tulang. Sang bayu berhembus sepoi-sepoi. Si jago yang terjaga diantara dedaunan mulai mengibas sayap sambil sahut-menyahut menyambut pagi. Sang surya pun mulai bangun dari peraduan, sinarnya menembus kabut, hangat, menjanjikan awal baru penuh kemenangan.

Hari itu, langit sedang bersahabat ditengah musim hujan yang tak henti-hentinya mengguyur wilayah di pelosok perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste ini.

Terik mentari tepat di ubun-ubun kepala. Deru suara knalpot kendaraan roda dua penulis bergegas menelusuri aspal mulus dari jantung Kota Kefamenanu menuju Terminal Tipe A Kefamenanu yang kurang lebih 10 kilometer, tepatnya di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabupaten TTU yang dihuni oleh 272.100 jiwa dengan kepadatan penduduk 97 jiwa/kilometer² merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan eksklave Negara Demokratik Timor Leste, yaitu Oecusse. Luas wilayah Kabupaten TTU ± 2.669,70 Kilometer².

Panas sang surya yang menyengat enggan diajak berkompromi. Hari itu, Selasa, 23 Maret 2024. Langit biru cerah mengantar penulis menempuh perjalanan tanpa sepenggal kisah masalah.

Penulis terus memacu tunggangannya. Tibalah di pertigaan jalan Trans Timor Raya, di ruas jalan menuju Terminal Tipe A Kefamenanu, sebelah kiri dan kanan jalan, terasa suasana pedalaman khas Nusa Tenggara Timur. Hutan yang dihiasi satu persatu pohon putih dan rerumputan ini menjanjikan pesona alam yang memanjakan mata.

Pos terkait