“Saya ingin anak-anak belajar dari Don dalam film Jumbo: bahwa kita semua punya kelebihan. Jangan takut berbeda, karena perbedaan itulah yang membuat kita istimewa. Jika kita percaya diri, berani mencoba, dan tetap berbuat baik, kita bisa menjadi pahlawan dalam hidup kita sendiri,” ungkap Serena.
Film Jumbo yang ditonton bersama ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarat pesan moral: tentang keberanian menghadapi tantangan, kekuatan cinta keluarga, dan pentingnya menumbuhkan percaya diri sejak dini, sebuah refleksi yang relevan dengan realitas anak-anak panti asuhan yang tengah tumbuh dalam keterbatasan namun memiliki potensi besar.
Penanggung jawab Panti Bakti Luhur, Suster Agustina Alma, menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kasih dari Pemerintah Kota Kupang.
“Anak-anak kami merasa sangat bahagia bisa merayakan Paskah dengan penuh sukacita dan perhatian seperti ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Alexander de Fretes dari Yayasan Kasih Kupang. Ia menilai kegiatan ini sangat membantu mengangkat semangat anak-anak disabilitas untuk tetap semangat dan percaya diri dalam menata masa depan mereka.
Melalui kegiatan ini, Serena Francis menegaskan kembali bahwa momentum Paskah bukan hanya tentang perayaan seremonial, tetapi tentang menghidupi kasih, membagi sukacita, dan merangkul mereka yang kerap terpinggirkan.
Pemkot Kupang berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk ikut peduli dan hadir di tengah sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan cinta dan dukungan. (prokompim kota kupang)







