“Partisipasi masyarakat dalam membangun pariwisata dari berbagai sektor, salah satunya sektor pertanian. Itu menjadi fokus perhatian pihak BOPLBF saat ini,” tutup Shana.
Kegiatan juga dihadiri oleh Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, Kepala Desa Golo Desat, Daniel Jumi, dan jajarannya.
Camat Mbeliling, Robertus Resmianto dalam sambutannya mengatakan, teknologi hidroponik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan pariwisata daerah.
“Sudah ada 8 desa di Mbeliling yang ditetapkan sebagai desa wisata. Saya berterima kasih kepada BOPLBF yang sudah datang dan melihat langsung potensi kami di sini,” kata Robertus.
Masyarakat, kata Robertus¸ harus memanfaatkan potensi yang ada untuk mendukung pariwisata. “Hidroponik harus kita manfaatkan untuk meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, dan pariwisata kita,” ujar Robertus.
Sementara itu Kepala Divisi Industri dan Kelembagaan BOPLBF, Wisjnu Handoko, turun secara langsung bersama para peserta. Ia langsung menyiapkan dan membuat rangkaian pipa hidroponik memastikan pelaksanaan pelatihan hidroponik.
Ia menjelaskan pihak BOPLBF akan terus melakukan pendampingan dan monitoring hingga pelaksanaan panen pertama.
“Kami tidak hanya akan melatih, tetapi juga akan mendampingi sampai selesai. Target kami hari ketujuh semua bibit sudah harus disemai,” terang Handoko. (obe)







