Rangkaian kegiatan diskusi tetap mengikuti protokol kesehatan. Hadir beberapa pembicara di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar, Augustinus Rinus, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mabar, Fransiskus Sukur.
Juga beberapa narasumber lainnya seperti Chief Marketing Officer PT Ultima Rasa Akselerasi, Bp. Bonnie Susilo, Chief Executive Officer Sirtanio Organic Indonesia, Bp. Ahmad Tessario, Owner & Chief Technology Officer Cokelat Ndalem.
Pada sesi talk show dengan tema “Cara Penyusunan Laporan Keuangan dalam Mengakses Pembiayaan, Kemenparekraf juga menghadirkan secara online Lead Key Account Management dari Fintech peer to peer lending Koinworks, Bapak Ramdony Alamsyah, dan Co-Head Advisory dari finansialku.com, Ibu Resty Zwestika.
Kadis Perindakop dan UKM Mabar, Fransiskus Sukur, mengatakan, umumnya pelaku usaha mikro di Mabar menginginkan inovasi dan praktek terkait dengan laporan keuangan.
“Saat ini bukan lagi teori tetapi tindak nyata untuk memajukan UMK di Mabar ini,” pungkasnya. (obe)







