“Bertolak dari cara pandang itu, Melki- Johni mengelaborasi lebih lanjut dengan menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata di NTT harus memperkaya ekowisata dan wisata budaya dengan mencintai dan merawat serta melestarikan alam karunia Tuhan; merawat dan melestarikan serta mengembangkan tradisi, adat-istiadat dan budaya lokal yang unik, warisan adiluhung nenek moyang,” urai mantan Ketua Komisi III DPRD NTT ini.
Aktivitas pariwisata, kata Hugo, harus menumbuhkan kebanggaan dan memperkuat jati diri sebagai bangsa yang memiliki warisan budaya yang khas mempesona dunia serta menumbuhkan spirit of achievement di kalangan masyarakat untuk terus berinovasi.
Dalam kerangka itulah, kata Hugo, Melki- Johni mendesain tata kelola pariwisata berbasis komunitas agar masyarakat menjadi pelaku utama usaha pariwisata dan masyarakat setempat dapat berdaya, serta leluasa berpartisipasi dalam usaha pariwisata dan turut menikmati hasilnya.
“Ayo bangun NTT. Ayo bangun pariwisata yang berpihak pada rakyat, lingkungan alam dan budaya,” ajak Hugo. (den)







