Merinding, Suara Uskup Ruteng Ketika Tutup Festival Golo Koe  Labuan Bajo

uskup ruteng1
Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat

“Ke sini (ke Labuan Bajo) berdatangan para pecinta, penuh sukacita dan kesenangan. Sukacita, karib-karib sejati. Sukacita dan hari-hari sejuk oleh cinta menemani hatimu (di sini)!

golo koe1
Mgr. Sipri Hormat memukul gong menutup Festival Golo Koe Labuan Bajo, Senin (15/8/2022) malam (Foto: Rm. Erik, Komsos Keuskupan Ruteng)

Dengan itu saudara/i ku…

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sesungguhnya terpenuhilah yang menjadi tujuan utama Festival Golo Koe ini: pariwisata adalah pesta rakyat, pariwisata bukan hanya pesta turis, tetapi juga pesta kita. Pariwisata bukan hanya “gawean” orang berduit, tetapi juga “lonto leok” kita, Pariwisata haruslah berpartisipasi. Tetapi bukan hanya dalam hal kesejahteraan, bukan sekedar penerima pasif (obyek) keuntungan ekonomi.

Berpartisipasi berarti masyarakat lokal menjadi pelaku, menjadi subyek pariwisata. Yang mendesain pariwisata sesuai kearifan lokal dan roh spiritualitas setempat. Yang melaksanakan pariwisata dalam semangat persaudaraan dan kebhinekaan. Yang bersama sujud takjub di hadapan Sang Khalik atas mahaagung karya cinta ciptaan-Nya.

Oleh sebab itu saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih sedalam-dalamnya kepada segenap panitia yang telah bekerja siang dan malam, dalam terik mentari dan basah kuyup keringat dan hujan untuk menyukseskan Festival Golo Koe ini.

Anda semua adalah pahlawan. Keringat kerja kerasmu telah membuat Kota Labuan Bajo menjadi harum menawan.

Limpah terima kasih juga kepada Bapak Bupati/Wakil Bupati Mabar beserta seluruh jajaran Pemda Mabar, kepada Forkompinda, kepada BPOLBF, kepada syahbandar dan pihak pelabuhan, kepada Sarkes PUPR, kepada pihak keamanan, kepada para donatur/sponsor dan segenap stakeholder pariwisata.

Pos terkait