“Jika kita salah belanja, maka ekonomi akan sulit bergerak. Sebaliknya, jika belanja dilakukan dengan baik, maka perekonomian akan terdorong ke arah yang lebih baik,” ujar Melki.
Hilirisasi dan Investasi untuk NTT
Melki juga menegaskan pentingnya hilirisasi produk lokal agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati di dalam daerah. Ia memastikan bahwa bahan mentah dari NTT tidak akan lagi dijual keluar dalam bentuk mentah, melainkan harus diolah di dalam daerah.
“Kami akan mengembangkan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan pariwisata dengan hilirisasi sebagai fokus utama. Ini sejalan dengan visi pemerintah pusat,” tambahnya.
Selain itu, Melki juga menyoroti minimnya investasi besar di NTT. Saat ini, satu-satunya industri besar yang masih bertahan adalah PT Semen Kupang, yang kondisinya pun tidak optimal. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya menarik lebih banyak investasi, baik skala kecil maupun besar.
Salah satu peluang yang sedang dikembangkan adalah sektor garam dan rumput laut, di mana NTT berpotensi menjadi pusat produksi nasional.
Melki berharap agar setelah pemerintahan baru dilantik, fokus pembangunan ekonomi NTT semakin jelas dan konkret. Dengan strategi yang tepat dalam belanja publik dan investasi, ia optimis NTT bisa tumbuh lebih cepat dan mandiri.
“Saya tawarkan, setelah dilantik nanti kita akan bahas lebih lanjut bagaimana strategi terbaik untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT,” tegasnya. (den)







