KUPANG KABARNTT.CO—Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur NTT 2025-2029 yang siap dilantik, mengharapkan investasi skala besar dari pemerintah pusat bisa masuk ke NTT. Dana investasi dari pemerintah pusat itu bersifat kompetitif, maka perlu cepat mengajukan usulan.
“Uang di Jakarta tidak ber-KTP NTT. Kalau kita lambat, maka dana itu akan pindah ke daerah lain,” tegas Melki pada diskusi Duduk Ba Omong yang dselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan NTT di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Selasa (11/2/2025).
Diskusi bertajuk Transformasi Ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) Menjadi Lebih Mandiri, Maju, dan Berkelanjutan itu menghadirkan sejumlah pembicara antara lain selain Melki Laka Lena, yakni Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sisyo Widjajati, Akademisi dan praktisi Ekraf, Dwinita Larasti.
Tampil sebagai leader’s insight, Melki menekankan pentingnya memperbesar belanja publik guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kondisi ekonomi global saat ini, kata Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu, sedang mengalami turbulensi yang dapat berdampak pada ekonomi nasional dan daerah.
Kebijakan pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah pusat yang mencapai 300-an triliun termasuk dari BUMN, diharapkan dapat dialokasikan lebih efektif untuk program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Melki juga menyoroti bahwa di NTT, sekitar 80 persen perputaran ekonomi digerakkan oleh belanja pemerintah, hanya 20 persen berasal dari sektor swasta. Kondisi ini berbeda dengan tingkat nasional, di mana ekonomi lebih banyak ditopang oleh swasta. Akibatnya, pengelolaan anggaran pemerintah menjadi faktor penentu utama dalam perkembangan ekonomi daerah.







