
Menurutnya, ini penting karena PD akan meningkat setelah semua terdigitalisasi. Karena itu Bank Indonesia bekerja sama dengan Bank NTT akan mendorong para bupati dan walikota di NTT untuk terus melakukan percepatan melalui digitalisasi.
Sementara itu Wakil Kepala OJK NTT, Setia Ariyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa OJK melihat, Bank NTT melangkah ke arah yang lebih baik. Sesuai statusnya yang sudah dinyatakan sebagai bank yang sehat tentu menjadikan Bank NTT menggunakan layanan digital dalam pelayanannya.
“Ini yang kami dorong dalam era pandemi seperti ini. Kami beri apresiasi kepada teman-teman di KCU yang sudah memiliki kantor yang bagus, sehingga nantinya berdampak pada pelayanan kepada masyarakat NTT,” tegasnya sembari menambahkan sentuhan-sentuhan seperti yang dilakukan oleh manajemen saat ini dengan layanan smart branch, perlu didorong.
Pihaknya berharap dengan peningkatan layanan transaksi di Bank NTT ini, akan mengurai antrean panjang serta dari sisi kualitas layanan, lebih maju.
Walikota Bangga Kinerja Direksi
Sementara itu Walikota Kupang, Jefirstson Riwu Kore, dalam sambutannya tak mampu menyembunyikan rasa bangganya pada kinerja Direktur Utama Harry Alex Riwu Kaho dan manajemen.
“Begitu banyak perubahan dan kreativitas yang dibuat oleh Bank NTT. Sekaligus membantu ekonomi di Kota Kupang. Sebagai pemimpin di kota ini kami merasakan betul bagaimana gejolak ekonomi di masa pandemi ini. Namun Bank NTT tetap berjuang luar biasa. Tadi bapak dari OJK mengatakan, kreditnya bertumbuh, itu prestasi yang luar biasa. Dari sisi prestasi, kreativitas, kami melihat pemimpin yang sekarang adalah orang yang memiliki visi luar biasa ke depan. Ini pemimpin-pemimpin yang kita cari untuk membangun Indonesia khususnya ekonomi di Provinsi NTT,” tegas Jefri.
Dia menambahkan “Saya berterima kasih kepada Pak Alex dan direksi yang lain karena secara luar biasa membantu kami di kota ini untuk membantu ekonomi. Bapak Nyoman juga berkolaborasi dengan kami sehingga inflasi di kota bisa terjaga baik. Saya kira ini langkah awal yang luar biasa, untuk ekonomi di sini bertumbuh secara baik. Saya atas nama Pemkot Kupang ucapkan banyak terima kasih kepada Bank NTT yang sudah cukup bayak membantu kami di kota ini.”
Masih dalam kesempatan itu, walikota pun menjelaskan bahwa ketika masuk kota, ada banyak perubahan yang disumbang oleh Bank NTT. Salah satunya, air mancur Bundaran PU.
“Air mancur itu milik Bank NTT. Bukan milik pemkot. Itu adalah media iklan kerja sama antara Pemkot Kupang dengan Bank NTT dan itu adalah salah satu terobosan. Kami berterima kasih atas kepeduliannya terhadap kota ini,” tegas Walikota Jefri.
Masih dalam sambutannya, Walikota menegaskan bahwa masyarakat harus tahu bahwa kontrubusi Bank NTT terhadap Kota Kupang cukup banyak. Banyak keuntungan yang diperoleh Pemkot Kupang atas kerja sama dengan Bank NTT. Ada CSR, dan juga kemudahan lain bernilai puluhan miliar yang sudah diterima.
“Atas nama pribadi saya ucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dan kreativitas-kreativitas yang dilakukan oleh pemimpin yang sekarang. Yakni bagaimana menggunakan dana sekecil-kecilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berterima kasih karena selama pandemi ini, Bank NTT juga terlibat dalam vaksinasi dalam berbagai tempat di kota ini. Hari ini persentase jumlah warga yang divaksin adalah 64 persen. Dibandingkan dengan NTT secara keseluruhan 18 persen. Kita terus berjuang baik lewat lembaga-lembaga lain, kita berterima kasih kepada TNI Polri, Kajari dan Kajati yang bayak membantu kita,” kata Jefri.
Tak hanya sekali, walikota berterima kasih kepada Bank NTT yang sudah dengan luar biasa mencreate berbagai peluang bisnis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di Kota Kupang
“Dan saya berterima kasih juga bahwa sebagai pemegang saham, apa yang dikatakan oleh Pak Dirut tadi kita mencapai angka Rp 254 M. Kalau dihitung, Pemkot Kupang dapat belasan miliar dari situ. Terima kasih kepada Bank NTT,” pungkasnya. (humas bank ntt/adv)







