“Saya minta ke Dirut PT SMI untuk pemutihan pinjaman. Dia bilang tidak bisa,” kata Melki.
Melki mengatakan, pembayaran hutang daerah ke PT SMI setiap tahun sangat mengganggu fiskal NTT. Karena itu dirinya dan Johni Asadoma akan mencari sumber pembiayaan baru untuk program dan proyek pembangunan di NTT.
Dia mengatakan, sumber dana dari pusat berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Khusus DAK tergantung kemampuan pemimpin tembus Jakarta. Kalau bukan dari unsur pemerintah memang akan kesulitan, tapi kalau tidak, tentu sulit atau susah. Ini kelebihan kami dibandingkan dengan yang lain,” katanya.
Melki menegaskan, paket Melki-Johni bakal melakukan banyak hal untuk kepentingan NTT. “Pak Johni partainya pemerintah, tentu banyak hal bisa kita lakukan untuk NTT,” kata Melki. (den)







