Pada tempat yang sama, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Dr. Drs. Jusuf L. Rupidara, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah pasar modal ini adalah salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam upaya mendekatkan dan memperkenalkan bisnis investasi kepada masyarakat NTT, termasuk ASN.
Lery berharap kehadiran BEI Perwakilan NTT tidak dilihat sebagai peluang investasi dalam konteks melakukan transaksi keuangan semata, tetapi kehadiran BEI Perwakilan NTT juga mampu mendorong dan menumbuhkan semangat pelaku ekonomi NTT untuk hadir sebagai emitem dalam bursa pasar modal yang dijalankan oleh BEI NTT.
Lery percaya dengan pola pendekatan yang mengutamakan pemberdayaan, kehadiran BEI NTT mampu menggairahkan dunia usaha NTT, serta menjadi penopang serta solusi permodalan bagi pelaku usaha UMKM NTT.
Selanjutnya Lery juga berharap agar dengan kehadiran para pejabat struktural dalam sekolah pasar modal ini dapat memainkan peran ganda sebagai subjek-subjek privat dan juga pejabat publik tersebut berpengaruh menginklusifkan paraktek-praktek pasar modal ini.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTT, Adevi Sabath Sofani, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa saat ini investasi modal yang dilakukan di pasar modal lebih banyak didominasi oleh golongan milenial.
Hal ini karena Bursa Efek Indonesia dan hampir semua pegiat pasar modal telah memoderenisasi sistem transaksi keuangan termasik investasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.
Pada posisi ini golongan milenial adalah golongan yang sangat familiar terhadap pemanfaatan teknologi informasi.







