Ada juga duble combo, juga Cisu (cis cake jepang) dan ada beberapa lainnya tergantung konsumen.
Di masa pandemi ini, kata David, bisnisnya sempat terganggu. Meskipun begitu tidak ada karyawan yang sampai dirumahkan.
Kata David, dia memeras otak mencari ide kreatif dan inovatif agar pandemi tidak terlalu mengganggu roda bisnisnya. Wujudnya lahir menu-menu baru dengan promosi yang kuat di berbagai laman media sosial.
“Sempat turun 50 persen saat pandemi. Untungnya saya tidak merumahkan karyawan. Tapi saya melahirkan ide-ide kreatif yakni dengan menu-menu baru. Dalam 2 bulan pasti ada menu baru dan dengan begitu bisnis normal lagi,” katanya. (np)







