“Sebagai gubernur saya minta perlakuan khusus BEI bagi NTT. Desain-desain tidak boleh desain biasa dalam mengejar literasi dan inklusi keuangan, begitupun kampanye untuk menghindari investasi bodong harus dibuat menarik. Lakukan edukasi ke seluruh NTT, tidak hanya terpusat di Kota Kupang,” lanjut Gubernur VBL.
Gubernur menegaskan, kalau standar perlakuan terhadap NTT sama dengan kota-kota maju lainnya, maka NTT akan ketinggalan dalam dunia pasar modal dan literasi keuangan. Dalam melakukan upaya luar biasa tersebut perlu sinerjisitas.
“Ini menjadi catatan. Energi besar ini harus disinergikan. Minimal tahun depan misalnya ada 20 emiten baru asal NTT yang melantai di Bursa Efek. Itu kerjanya pasti, yakin karena keterlibatan semua pihak : Gubernur terlibat, BEI terlibat, OJK terlibat, BI terlibat, lima galeri investasi terlibat semua. Kita mulai bicara secara baik. Saya akan bangga luar biasa kalau itu lahir dari Usaha Kecil dan Menengah. Itu pesannya bahwa basis pertumbuhan ekonomi NTT sangat kuat,” jelas Gubernur VBL.
Dikatakan Gubernur, kekuatan ekonomi NTT yang bertumpu pada pertanian, peternakan dan perikanan serta kelautan terbukti mampu bertahan menghadapi badai Covid-19.
“Provinsi NTT meski provinsi miskin tapi terkontraksi hanya sampai 0,83 persen dan tidak sampai 1 persen, sementara provinsi lainnya yang punya potensi sumber daya alam luar biasa masih terkontraksi lebih tinggi bahkan sampai dengan saat ini. Hal ini karena kami mampu untuk mengubah dan mengalihkan profesi dan seluruh perhatian ke pertanian, peternakan dan perikanan yang mana tempat-tempat itu tidak ada larangan untuk berkumpul sehingga kita punya basis pertumbuhan ekonomi yang kuat,” jelas Gubernur VBL.







