“Bunga KUR hanya 6 persen, disubsidi pemerintah pusat. Pemerintah kabupaten/kota berhak mengajukan UMKM penerima KUR, dan bank wajib terima jika syaratnya lengkap,” katanya.
Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi atas peluncuran NTT Mart yang dikerjakan secara gotong royong.
“Gedung ini dimake-up hanya tiga hari. Malam tadi masih ada mama-mama IKM dekorasi lokasi. Hari ini kita lihat hasilnya,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa NTT Mart menjadi sarana pemasaran terintegrasi bagi 1.042 pelaku UMKM/IKM binaan di TTS.
“NTT Mart bukan sekadar toko. Ini pusat pemasaran yang menghubungkan produsen, pengrajin, petani, dan nelayan. Kita ingin membangun rantai nilai agar rupiah tetap berputar di TTS,” katanya.
Kadisperindag NTT, Sony Libing, melaporkan bahwa TTS merupakan daerah keempat yang meluncurkan NTT Mart, setelah Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan satu daerah lainnya.
“Target kita, 22 kabupaten/kota semuanya memiliki NTT Mart,” kata Sony.
Ia menyebut 947 produk UMKM telah dipasarkan di NTT Mart TTS, mulai dari tenun ikat, anyaman, kuliner, hingga jahe merah.
“Dengan NTT Mart, mama-mama penghasil kopi, sambal, sirop, tenun, dan aneka kuliner punya pasar pasti. Pemerintah siapkan pasarnya, masyarakat tinggal produksi,” jelasnya. (den)







