“Ketersediaan data KUR Mikro secara detail menjadi dasar untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan membangun sinergitas pemerintah daerah dengan lembaga keuangan/perbankan agar searah dalam pemberdayaan masyarakat melalui usaha mikro,” ungkap VBL.
Dalam pertemuan tersebut Stefanus Juarto memperkenalkan diri sebagai pimpinan baru Kantor BRI Cabang Kupang. Ia meminta dukungan dari Gubernur NTT dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT terhadap program dan kegiatan Bank BRI Cabang Kupang.
Stefanus mengatakan, Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersedia untuk NTT sebesar Rp. 1,5 triliun terdiri dari 2 jenis KUR yaitu KUR Mikro dengan plafon 500 ribu rupiah sampai dengan 50 juta rupiah dengan total dana sebesar Rp 1,1 triliun dan KUR Kecil dengan plafon di atas Rp 50 juta sampai dengan Rp 500 juta dengan total dana untuk KUR ini sebesar Rp 400 miliar. Peruntukan dana KUR tersebut bagi semua jenis usaha ekonomi baik di sektor pertanian, perdagangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan lainnya.
“Kantor BRI telah memiliki unit-unit yang tersebar di seluruh kecamatan di NTT untuk melakukan layanan sektor mikro termasuk penguatan BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa) di desa,” jelas Stefanus.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BRI Cabang Kupang bersama jajarannya sebanyak 4 orang, Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT, Dr. Leri Rupidara, dan Kepala Bagian Ekonomi pada Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT, Ernes D. Hamel. (maksi asamani/kasubag dokumentasi, publikasi dan penerbitan biro humas ntt/den)







