Inflasi 5,82 Persen, Pemerintah Harus Gerakkan Produksi Lokal NTT

gubernur inflasi daerah

KUPANG kabarntt.id—Pemerintah daerah di NTT diharapkan menggerakkan produksi local guna menjaga inflasi daerah.

Kesimpulan ini didapat dari Hight Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi NTT di Ruang Rapat Kantor Pusat Bank NTT di Kupang, Jumat (12/8/2022).

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Rapat dengan tema “Sinergi Pengendalian Inflasi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkelanjutan”  itu dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, para bupati/wakil bupati se-NTT, pimpinan Bank Indonesia NTT, Dirut Bank NTT dan pimpinan Pertamina.

Kepala BI Perwakilan NTT, Nyoman Ariwan Atmajaya, dalam pemaparan menyampaikan bahwa pada Juli 2022, Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 1,05 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Inflasi terutama didorong oleh tarif angkutan udara seiring dengan penerapan kebijakan fuel surcharge serta kenaikan airport tax.

Selain itu, inflasi juga didorong oleh meningkatnya harga ikan kembung, bawang merah, cabai merah, dan tomat.

“Secara tahunan, inflasi NTT pada Juli 2022 tercatat sebesar 5,30 persen (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional. Kenaikan tekanan inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok administered prices yang mencapai 13,29 persen (yoy),” jelas Nyoman.

Menurutnya, Provinsi NTT memiliki 3 kota pengukuran inflasi, yakni Kota Kupang di Pulau Timor, Maumere di Pulau Flores, dan Waingapu di Pulau Sumba.

Kota Kupang memiliki share terbesar dalam perhitungan inflasi NTT yakni sebesar 80,4 persen, diikuti oleh Maumere sebesar 10,3 persen dan Waingapu sebesar 9,3 persen.

Pos terkait