“Prediksi kita masuk dalam awal musim hujan mulai dari bulan Oktober sampai terakhir itu di November ke-3. Sementara untuk wilayah Kupang atau umumnya di daratan Timor sekitar bulan November awal dan akhir. Itu perkiraan kita dan kami akan selalu update di setiap 10 hariannya dan setiap bulannya kami menerbitkan buku analisis dan evaluasi curah hujan bulanan dan perkiraan triwulan, itu sebagai pelengkap dari prediksi musim hujan,” imbuhnya.
Sementara Kadis Pertanian Provinsi NTT, Lucky. F. Koli, menghimbau agar masyarakat petani benar-benar mencari informasi musim hujan secara baik, sehingga bisa tepat menanam jagung atau lainnya di musim hujan.
“Kami menghimbau kepada seluruh petani, masyarakat pertanian di wilayah NTT untuk betul-betul mengikuti semua informasi cuaca dari BMKG agar menjadi pegangan di samping menggunakan kearifan lokal yang biasa dilakukan oleh masyarakat dalam menentukan kapan musim hujan berlangsung. Ini bertujuan untuk menghindari gagal tanam yang sering terjadi akibat salah memprediksi awal musim hujan,” imbuhnya.
Menurut Lucky, sarana produksi yang datang dari pemerintah sudah disalurkan. Stoking saat ini tidak ada masalah dalam penyaluran kebutuhan benih di setiap kabupaten di NTT.
Untuk sarana produksi jagung dan sorgum sudah disalurkan, tidak ada masalah. Sementara untuk ketersediaan pupuk sangat aman. Kami sudah koordinasikan dengan distributor, baik pupuk subsidi maupun non subsidi. Untuk pupuk subsidi kami fokus untuk TJPS dan semuanya aman,” serunya. (np)







