KABARNTT.ID–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wagub Johni Asadoma mengambil langkah strategis untuk memastikan pasokan dan harga pangan tetap stabil selama Ramadan dan Idul Fitri.
Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kupang, Rabu (5/3/2025), keduanya menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi adalah kunci. Kita harus bergerak bersama dalam mengendalikan inflasi demi kesejahteraan masyarakat NTT. Digitalisasi keuangan daerah dan optimalisasi belanja APBD harus kita dorong agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Dalam rapat yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan ekonomi daerah tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok akibat tingginya permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri harus dikendalikan dengan berbagai strategi konkret.
Kendalikan Inflasi
Kepala Bank Indonesia (BI) NTT, Agus Sistyo Widjajati, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan betrbagai langkah guna menjaga inflasi tetap terkendali dalam rentang target 2,5% ± 1%. Salah satu upaya utama adalah optimalisasi operasi pasar dan kerja sama antar daerah (KAD) untuk memastikan kelancaran pasokan pangan.
“Kami akan terus mendukung penyediaan sarana produksi padi, pembangunan sumur bor, serta pengembangan sektor perikanan air tawar dan pertanian hortikultura. Dengan ini, kita tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan NTT,” jelas Agus.







