Pastikan Pasokan dan Harga Pangan Stabil, Melki-Johni Ambil Langkah Strategis

Gubernur dan Wagub Pimpin Startegi Tekan Inflasi
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Gedung sasando, Kantor Gubernur NTT, Rabu (5/3/2025). Foto: Polce Amalo

Selain itu, pemerintah juga menggalakkan program One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa, serta mempercepat digitalisasi dalam transaksi pajak dan retribusi daerah.

Digitalisasi Keuangan Tingkatkan PAD

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam mendukung pengendalian inflasi, digitalisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) di NTT masih 99,8% bergantung pada transaksi manual. Melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), pembayaran pajak dan retribusi akan lebih mudah, transparan, serta mengurangi potensi kebocoran anggaran.

“Peningkatan PAD lewat digitalisasi sangat penting agar belanja pemerintah bisa lebih optimal untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat. Kami akan dorong masyarakat dan pelaku usaha beralih ke sistem pembayaran digital,” tegas Wakil Gubernur Johni Asadoma.

10 Kesepakatan Strategis

HLM TPID-TP2DD menghasilkan sepuluh kesepakatan utama untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi di NTT, di antaranya:

  1. Pembentukan satgas pengendalian inflasi.
  2. Gerakan menanam tanaman cepat panen di pekarangan rumah.
  3. Percepatan hilirisasi pertanian dan program One Village One Product (OVOP).
  4. Mitigasi dampak perubahan iklim terhadap produksi pertanian, perikanan, dan peternakan.
  5. Optimalisasi peran koperasi desa sebagai offtaker hasil pertanian.
  6. Peningkatan jumlah petani milenial dan generasi Z.
  7. Pemanfaatan dana desa secara tepat sasaran melalui optimalisasi BUMDes.
  8. Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk mendukung belanja APBD.
  9. Perluasan penggunaan kanal digital dalam transaksi ekonomi masyarakat.
  10. Pengembangan koperasi simpan pinjam menjadi koperasi produsen.

Dengan kepemimpinan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma, sinergi antar-lembaga di NTT semakin diperkuat guna menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih kokoh. Langkah-langkah konkret yang diambil diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, menekan laju inflasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pos terkait