Lebih lanjut dikatakan program pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kupang membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selain fokus pada pengembangan keterampilan, pelatihan ini juga mendorong para pelaku usaha untuk membangun jaringan bisnis yang kuat, baik sesama pedagang maupun dengan wisatawan.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pelaku usaha kuliner dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ignas.
Ketua panitia kegiatan, Margaritha Salean, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk membuka dan mengembangkan peluang usaha di bidang olahan ikan.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat dalam program pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata, khususnya sub sektor kuliner.
Ditambahkannya, pelatihan ini juga memberikan edukasi tentang kewirausahaan serta pengolahan kuliner yang baik dan memenuhi standar kesehatan. Program ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pariwisata Kota Kupang dalam menciptakan entrepreneur milenial dan women entrepreneur di Kota Kupang.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pedagang ikan dapat meningkatkan nilai tambah produk mereka melalui berbagai inovasi olahan ikan yang memenuhi standar kuliner dan kesehatan.
Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan pedagang ikan dari Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang. (prokopim kota kpg/enjel lasbaun/jacky mure)







