Permudah Tata Kelola Keuangan Daerah, Bank NTT Teken MoU dengan 16 Daerah

bank ntt Mou bank ntt

KUPANG kabarntt.id—Bank NTT berkomitmen mempermudah pengelolaan keuangan pemerintah daerah, baik Pemerintan Provinsi NTT maupun kabupaten/kota. Komitmen ini dibuktikan dengan penyediaan cash management system (CMS).

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Bank NTT bersama 16 Pemda dalam acara Capacity Building TP2DD, Rabu (7/12/2022), di Hotel Kristal Kupang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Untuk diketahui 16 pemerintab daerah yang menandatangani MoU penggunaan CMS bersama Bank NTT yakni Kabupaten Ende, Malaka, Manggarai, Manggarai Timur, Alor, Ngada, Nagekeo, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Rote Ndao, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Manggarai Barat, Sumba Timur, Sumba Barat, dan Flores Timur.

Sebelumnya sudah ada 2 pemerintah daerah yang sudah meneken MoU yakni Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Belu sehingga sudah lebih dahulu menggunakan CMS Bank NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, selepas penandatanganan MoU menyampaikan pihaknya terus berinovasi memberikan kemudahan-kemudahan bagi daerah dalam hal pengeloaan euangan daerah dengan digitalisasi.

“Salah satu kontribusi yang kami lakukan adalah memfasilitasi kebutuhan CMS dalam mempermudah pengelolaan keuangan daerah,” kata Harry.

“Kami mengajak development mendukung semua  pemerintah provinsi, kabupaten/kota dalam kepersertaan sebagai tim percepatan implementasi digital daerah, maka kita bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT. Untuk memfasilitasi dan mempermudah proses-proses tata kelola keuangan daerah, maka BPKB telah menyiapkan aplikasi yang namanya Finansial Management Informasion System (FMIS) untuk menjembatani berbagai kebutuhan transaksi keuangan daerah dalam tata kelola yang benar dan dalam aplikasi itu memudahkan dan mempercepat transaksi-transaksi sehingga dapat mendukung pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk percepatan transfer dana dari pusat yang stimulan muapun subsidi,” jelas Harry.

Pos terkait