Presiden Jatahi NTT Tanam 15 Ribu Hektar Sorgum

lecky koli1
Lecky Koly

Dijelaskannya, sorgum memiliki karakter tumbuh yang sangat bagus di NTT. Pola tanamnya monokultur sehingga bakal diintegrasikan dengan ternak.

“Kemarin itu ekosistem pembiayaan peternakan sudah ada. Dan karena 1 Ha sorgum bisa menghasilkan 40-50 ton biomasa untuk kepentingan pakan ternak dan gula untuk bioethanol. Sehingga nanti sorgum itu tidak sekadar untuk panen biji beras sorgum saja tetapi dari batangnya akan diolah untuk menambah rantai ekonomi bagi kepentingan pakan ternak. Juga batangnya bisa dipres menjadi gula sebagai pemanis pengganti gula pasir, sehingga akan sangat berguna jika kita kembangkan dalam skala luas,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lecky Koli mengatakan, beberapa hari lalu Pemprov NTT didatangi Kedutaan Besar Swedia untuk RI. Mereka sangat membutuhkan biomasa-biomasa hasil pertanian baik itu padi jerami, jagung, dan sorgum serta kakao untuk dijadikan berbagai macam produk yang berguna untuk kepentingan masyarakat NTT termasuk untuk bahan seperti batu bata untuk bangunan.

“Ini semua tentu akan terintegrasi dalam kebijakan pengembangan komoditas sehingga tidak akan ada sisa sampah, semua diolah. Ini peluang bagi kita untuk dikerjakan. Kita mengajak semua masyarakat NTT berkolaborasi dalam skema pentahelix,” ujarnya.

Sekali Tanam, Panen Tiga Kali

Lecky  Koly juga menjelaskan, sorgum memiliki karakter tanam yang sangat menguntungkan petani.

“Sorgum ini tanam satu kali panen tiga kali. Dan kita bisa tanam di musim hujan dan di akhir musim hujan. Tanaman ini sangat tahan dengan cuaca kering. Panen pertama 4 bulan, kita tebang batangnya lalu tumbuh tunas baru, tiga bulan lagi panen. Lalu tebas lagi dan tiga bulan lagi panen. Setelah itu baru kita bongkar untuk tanam baru lagi,” jelasnya.

Pos terkait