Tekan Laju Inflasi dan Jaga Stok, Pemkot Kupang Sidak Pasar

lusi pasar

KUPANG kabarntt.id— Pemerintah Kota Kupang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang dipimpin langsung Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., Selasa (10/9/2024), melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu pasar besar dan agen/distributor minyak tanah di Kota Kupang.

Sidak ini bertujuan memantau kestabilan harga bahan pokok (bapok), ketersediaan stok minyak tanah, serta sistem penyaluran dari agen ke pangkalan minyak.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kegiatan ini dilakukan sehari setelah Penjabat Wali Kota Kupang dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2024 melalui zoom meeting di Ruang Rapat Garuda, lantai 2, Kantor Wali Kota Kupang.

Dalam kunjungannya ke salah satu agen minyak tanah di Kota Kupang, PT Uma Tana Anawara setelah memantau harga bapok di pasar, Linus Lusi menyatakan bahwa strategi Pemkot Kupang untuk menekan laju inflasi salah satunya adalah melalui sidak pasar.

“Kegiatan ini selain bertujuan untuk mengetahui kestabilan harga dan ketersediaan stok secara langsung, juga sekaligus menelusuri penyebab terjadinya kelangkaan minyak tanah di kalangan masyarakat beberapa hari terakhir,” ungkapnya.

Dari informasi yang diperoleh dari agen minyak tanah tersebut, diketahui bahwa siklus pendistribusian minyak tanah tidak terlalu panjang hingga sampai ke masyarakat, yaitu dari Pertamina ke agen, agen ke pangkalan, dan pangkalan ke konsumen.

Distributor juga mengakui bahwa jatah pasokan minyak tanah dari Pertamina kepada agen tetap stabil dan tidak ada pengurangan, dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 4.000 per liter sesuai aturan pemerintah (SK).

Pos terkait