Tren Fashion Sustainable, BCA dan Warlami Ajak Penenun TTS Terapkan Konsep Ecofashion

TTS BCA
EVP CSR BCA, Inge Setiawati, bersama perwakilan Warlami dan peserta pelatihan pewarnaan alam kain tenun di TTS, Rabu (3/8/2022)

Koleksi wastra yang dimiliki oleh TTS memiliki kelebihan yang unggul, memiliki teknik, ragam hias dan ekspresi budaya khas tersendiri. Saat ini, kawasan TTS terus berkembang untuk menjadi daerah yang unggul dan memiliki potensi yang lebih luas. Pembinaan ini akan diikuti oleh tiga suku besar atau yang juga disebut dengan “Swapraja” yang terdiri dari: Swapraja Amanatun, Swapraja Amanuban, dan Swapraja Mollo.

BCA hadir bersama Warlami memberikan konsep ecofashion yang akan menjadi hasil wastra lebih ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, peserta akan diajak untuk memahami bahan pewarna alam untuk benang katun, teori dasar proses pewarna alam serta praktik langsung. Rangkaian pelatihan akan berlangsung enam bulan

“Melalui pelatihan ini kami berharap penenun setempat dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dan menerapkan konsep ecofashion. Kami yakin melalui tujuan yang mulia juga untuk melestarikan lingkungan pastinya akan menghasilkan hasil yang baik pula. BCA pun nantinya akan turut berperan aktif dalam memasarkan hasil tenun penduduk dari TTS,” tegas Farida.

“Dari enam bulan pembinaan ini, kami ingin melihat dampak positif yang timbul setelah pembinaan. Diharapkan penenun dapat menghasilkan produk kain tenun ecofashion karena telah menggunakan pewarna alam dari tumbuhan pewarna alam setempat,” ujar Myra.

Sebagai informasi, BCA melalui Program Pilar Sinergi yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki oleh BCA mendukung keberlangsungan wirausaha kreatif di bidang seni budaya  yang berkelanjutan di Indonesia.

Pos terkait