Usai Terima Tim Kementerian ESDM,  Keuskupan Agung Ende  Nyatakan Sikap

uskup ende pln
Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD (empat dari kiri) foto bersama tim dari Kementerian ESDM di Istana Uskup Ende, Sabtu (15/3/2025)

Penegasan itu  antara lain, pertama,  Keuskupan Agung Ende memiliki mekanisme tersendiri dalam mengambil keputusan di Keuskupan Ende.  Karena itu Uskup Budi bersama Kuria Keuskupan Agung Ende dan komisi-komisi terkait akan membicarakan  hal-hal yang disampaikan dalam audiensi tersebut  melalui rapat tersendiri.

Kedua, sikap Gereja Keuskupan Agung Ende adalah  sebagaimana yang sudah disampaikan pada tanggal 6 Januari 2025 dan  ditegaskan kembali melalui Surat Gembala Tahun Yubileum  2025 dan Surat Gembala Prapaskah 2025.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Penolakan terhadap proyek pembangunan geothermal lahir dari  keprihatinan dan konteks yang meliputi Keuskupan Agung Ende. Di antaranya,  pertama, wilayah Keuskupan Agung Ende terdiri dari gunung dan bukit serta menyisakan lahan yang terbatas untuk pemukiman dan pertanian warga.

Kedua,  dari aspek mata pencaharian hampir 80 persen  umat Keuskupan Agung Ende adalah petani.

Ketiga,  usaha pertanian di Keuskupan Agung Ende sangat tergantung  pada curah hujan, sebab sumber  permukaan tanah tidak banyak.  Pemanfaatan sumber daya air yang tidak tepat dapat  berujung pada kerusakan dan kelangkaan air  serta berpotensi besar menimbulkan masalah sosial  di tengah umat.

Keempat, dari aspek budaya,  pertanian membentuk budaya dan tradisi umat  di wilayah Keuskupan Agung Ende yang terungkap  antara lain melalui struktur sosial dan  ritus-ritus tradisional.

Pernyataan sikap Keuskupan Agung Ende ini juga ditayangkan melalui chanel youtube Komsos Keuskupan Agung Ende dan dibacakan Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Ende, RD. Frederikus Dhedhu. (den)

Pos terkait