Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kejadian 15: 5-12.17-18
Mazmur Tanggapan Mzm 27: 1.7-8.9abc.13-114
Bacaan II Filipi 3: 17 – 4:1
Injil Lukas 9: 28b – 36
“Guru, alangkah baiknya kita berada di tempat ini. Biarlah sekarang kami dirikan tiga kemah….”
Lukas 9:33
(Praeceptor, bonum est nos hic esse: et faciamus tria tabernacula…)
Kemah!
Kawan ku…
Baik, benar, sukacita, bahagia. Ini bukanlah soal perasaan hati kita yang datar. Tetapi, semuanya mesti lahir dari ‘kualitas kita berada, dan bagaimana kita menyatakannya.’ Dan semuanya demi kepentingan yang lebih luas.
Kawan ku…
Yakinlah! Menjadi ‘bahagia, baik dan benar’ selalu menuju kepada kebaikan dan kehidupan sesama, dan tidaklah semata-mata hanya mementingkan diri sendiri!
Kawan ku…
St Thomas Aquino punya keyakinan. Kita tak berharap untuk tidak bahagia. Tetapi, sebagai orang kristen kita dituntun kepada panggilan untuk ‘tidak mementingkan diri melainkan kita mengubah diri demi kepentingan sesama.’ Dan kisah ‘mengubah diri’ itu mesti terjelma melalui misteri ‘derita – wafat dan kebangkitan Tuhan.’
Kawan ku…
Telah rasa baik dan bahagia?! Dan kau berniat penjarakan ‘rasa baik dan bahagia’ di situ dan tetap di situ, dan lalu berniat ‘dirikan kemah?’ Kokohkan Kerajaan mapanmu? Pertahankan Zona Nyamanmu?
Kiranya kita keliru, kawanku….
Gairah penuh bahagia dan benar itu tetap bergejolak dalam diri. Untuk membawa kita ‘turun dan pergi’ untuk menggapai sesama. Dan terutamanya membuat mereka jadi bahagia, sebagai orang yang dibenarkan, yang alami damai dan keadilan, yang membuat sesama ada dalam harapan!







