Renungan Harian Minggu 16 Maret 2025

IMG 20250303 WA0007

Kawan ku…
Bila terenung. Abraham memang tak cukup merasa bahagia, baik dan benar hanya dengan memandang ke langit untuk melihat bintang-bintang, dan bakal seperti itulah jumlah keturunannya. Tetapi Abraham adalah pribadi yang baik dan dibenarkan ketika diri dan hidupnya menjadi tanda berkat dan kebaikan bagi sesama, bagi bangsa-bangsa lain!

Kawan ku…
Bagaimana pun, kita sama-sama paham! Kadang tak mudah untuk ‘tidak dirikan kemah.’ Pun tak mudah untuk ‘tinggalkan kemah kenyamanan dan kecintaan.’ Demi temukan oase dan muara kebagiaan dan kebaikan, serta kebenaran dalam diri dan demi sesama. Karena “untuk itu kita dituntut berziarah melalui kematian dan kebangkitan. Dan itu amat menakutkan!’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bagaimanapun, kawanku…
Mari kita renungkan dan yakini kata-kata peneguhan St Paulus bagi jemaat Filiipi:

“Berdirilah dengan teguh dalam Tuhan!” (Flp 4:1)

Agar jadi benar, jadi baik, dan rasa bahagia yang sehat, Rasul Paulus ingatkan Jemaat Filipi untuk tak terjebak sebagai “Musuh Salib Kristus.” Itulah kecenderungan untuk membangun ‘gudang (gudang) kebahagiaan dan kesenangan sendiri.

Tulis Rasul Paulus, “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, tuhan mereka adalah perut, kemuliaan mereka adalah hal-hal aib, sedangkan pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara-perkara duniawi” (Flp 3:19).

Kawan ku….
Kumohon pada mu:
“Kiranya engkau menjadi tanda berkat Tuhan bagiku. Kiranya hidupmu menjadi berbuah pula dalam kebahagiaan, kebenaran, keadilan dan perdamaian yang dialami sesama…
Kuyakin kau bisa, kawanku! Sebab kau bakal sanggup ‘membongkar kemah (kemah) benar, baik dan bahagiamu sendiri!”

Pos terkait