MAUMERE kabarntt.id – Ketika warga di daerah lain di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mudah mendapat sinyal telepon, warga Klahit, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Sikka mesti memanjat pohon mencari sinyal.
Sinyal telepon sulit didapat warga desa ini. Tak ayal, untuk melakukan pembicaraan telepon dengan anggota keluarga di luar desa sangat sulit.
Selain memanjat pohon, pilihan lain adalah mendaki bukit atau berdiri di atas batu yang tinggi.
Mereka bahkan rela turun ke wilayah Desa Runut atau ke Patiahu demi berkomunikasi dengan sanak keluarga yang berada di tanah rantau.
Bisa dibayangkan apabila warga Klahit, Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, mengalami sakit dan harus segera membutuhkan pertolongan atau keperluan mendadak lainnya dan membutuhkan komunikasi dengan pihak luar.
Ditemui di Klahit, Desa Watudiran, Minggu (18/10/2020), Erminolda Loe, salah seorang warga Klahit, mengeluhkan susahnya mencari signal di Desa Watudiran.
Erminolda mengakui apabila hendak berkomunikasi, dirinya bersama warga Watudiran lainnya harus turun ke Kota Maumere atau ke Patiahu untuk mendapatkan signal telepon.
“Di sini signal tidak ada memang. Kalau mau telepon keluarga, kami harus ke Maumere. Kalau di sini harus cari di titik tertentu, kadang naik di atas pohon atau naik di atas batu besar atau di bukit supaya bisa dapat jaringan. Kalau ada warga yang sakit parah dan kami butuh ambulans, terpaksa kami harus cari signal,” ujar Erminolda.
Erminolda juga mengaku, beberapa warga Desa Watudiran terpaksa menginap di rumah keluarga di Kota Maumere agar bisa bermain media sosial seperti facebook dan aplikasi media sosial lainnya.







