KUPANG kabarntt.id—Yayasan Dharma Bhakti Tiga Putera, salah satu dari sekian yayasan yang menaungi beberapa usaha mikro dan ultra mikro di NTT berkolaborasi dengan Partai Golkar NTT melakukan kegiatan sosialisasi akses pembiayaan keuangan oleh holding mikro dari Kementerian BUMN dengan BRI sebagai kepala holding, pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani) sebagai anak perusahaan.
Sosialisasi yang dilaksanakan, Jumat (10/12/2021), di Sekretariat Partai Golkar Kota Kupang ini menghadirkan 25 peserta secara offline dan terbuka luas secara secara online melalui aplikasi zoom.
Hanya berlangsung dua jam, dari pukul 10.00-12.00 Wita para peserta sangat antusias. Terbukti beragam pertanyaan dari peserta ditujukan kepada para narsumber untuk memberi penjelasan.
Salah satu peserta bernama Alfred dari Kecamatan Alak, Kota Kupang menanyakan narasumber dari pegadaian apakah tabungan emas beliau masih ada meski sudah berjalan 4 tahun.
Terhadap pertanyaan ini, Imam Subekti, Deputi Bisnis Pegadaian NTT menjelaskan, tabungan emas itu masih ada. “Menabung emas di pegadaian tidak dikenakan pajak, hanya dikenakan biaya pemeliharaan dan penitipan sebesar Rp 30 ribu/tahun,” kata Imam.
Mendengar penjelasan ini, Alfred tampak antusias serta langsung bersemangat untuk menambah tabungan emasnya.
Ada juga Nyonya Maria, peserta yang juga hadir offline. Nyonya Maria bertanya berapa besaran biaya pinjaman dari PNM untuk kelompok perempuan yang terdiri dari 10 orang.
Menurut I Made Wisnu, MBU PNM, pinjaman kelompok ini dimulai dari Rp 2 juta/orang di mana 1 kelompok terdiri dari 10 orang sehingga dana yang dikucurkan perkelompok adalah Rp 20 juta. Dana ini dibayar setiap minggu.
“Dan akan ditambah lagi besarannya apabila kelompok melunasi tepat waktu. Para pegawai PNM yang hadir bersama-sama dengan perempuan dan ibu-ibu binaan PNM setiap minggu untuk mengumpulkan cicilan juga adalah perempuan. Bunga dari PNM juga sangat kecil, hanya 0,2% dan tanpa jaminan,” jelas Wisnu.
Peserta lain, Markus, mengajukan pertanyaan kepada narasumber dari BRI mengenai jaminan sertifikat. Markus mengatakan, dirinya seringkali dititipkan sertifikat oleh saudara-saudaranya yang membutuhkan uang mendadak, dan apakah bisa dijadikan jaminan?
Stef Juarto, Pimpinan Cabang BRI Kupang mengatakan, tentu saja sertifikat itu bisa menjadi jaminan. Namun perlu diketahui bahwa yang dibiayai adalah usaha dari si peminjam. “Apabila ingin mendapatkan akses pembiayaan KUR (Kredit Usaha Rakyat) bisa menghubungi tim kredit BRI,” kata Stef.
Sosialisasi serupa akan dilakukan oleh DPD Partai Golkar kabupaten-kabupaten di NTT pada bulan Januari dan Februari 2022. Kegiatan ini merupakan komitmen Partai Golkar NTT ikut membantu pemerintah Indonesia mensosialisasikan Program Pemulihan Ekonomi Nasional kepada masyarakat terutama pelaku usaha.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, dalam beberapa kesempatan menegaskan usaha mikro merupakan sektor paling terdampak oleh pandemi Covid-19.
Untuk itu sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Indonesia berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pelaku bisnis agar pemulihan nasional dapat dipercepat.
Pemerintah lewat berbagai kebijakan Kementerian BUMN Holding mikro optimis perekonomian Indonesia tumbuh positif. “Saat ini pemulihan ekonomi sudah berada di jalur yang benar, semoga pada kuartal IV tahun 2021 ini dapat tercapai sekitar 3,7 – 4.0 %,” kata Airlangga yang juga Ketua Umum Golkar. (den)







