Sumber dana dari DAK, kata Nenabu, ada dua jenis, yakni penugasan khusus untuk menunjang daerah wisata premium Labuan Bajo. Dana DAK penugasan khusus ini untuk dua ruas jalan, yakni Simpang Noah- Golowelu dan Nggorang-Kondo-Noah-Hita.
Sementara jenis kedua, yakni DAK Regular dimanfaatkan untuk dua ruas di Timor dari Barate-Manubelon- Naikliu. “Minggu lalu,dari Bappelitbanda juga menginformasikan akan ada penambahan dari alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk perbaikan infrastruktur jalan,” kata Nenabu.
Maxi menjelaskan, dalam roadmap yang sudah dibuat, tahun 2020 ini target 450 km ruas jalan provinsi tuntas dikerjakan. Selanjutnya dalam tahun 2021 akan diselesaikan sisanya.
“Namun tahun 2020 ini kita hanya bisa merealisasikan nanti sampai akhir tahun sekitar 372,74 kilometer. Meleset dari target, tapi kami akan berjuang dengan bagian program dalam hal ini Bappelitbangda agar ini nanti tercover di tahun depan. Sehingga tahun 2022 sudah ringan, kami tidak lagi terbebani dengan pekerjaan yang berat-berat,” ungkap Nenabu.
Menurut Nenabu, tidak semua ruas jalan provinsi menggunakan konstruksi aspal hotmix. “Tidak semua pake aspal hotmix atau hot roller sheet (HRS). Kita kombinasikan dengan grading operation (GO) atau pekerasan jalan dengan membuat lapisan berbutir dari sertu gunung atau kali serta GO plus, yakni dengan modifikasi struktur, dicampur dengan semen dan zat adiktif. Ini setara dengan agregat dan konstruksi bina marga,” jelas Nenabu.
Menurut Nenabu, ketersediaan dana tidak cukup untuk menggunakan hotmix di semua ruas jalan provinsi. “Kalau kita gunakan aspal semua dibutuhkan dana Rp 4 triliun lebih. Sementara anggaran kita terbatas. Karenanya, kami buat kombinasi seperti ini. Biayanya terjangkau dan konstruksinya juga sesuai spesifikasi bina marga. Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat NTT hari ini terhadap kondisi jalan yang sangat parah, berlubang dan kubangan. Kalau di tempat yang parah, kita gunakan GO dan GO plus, sementara untuk tanjakan atau critical point kita gunakan HRS,” beber Nenabu.







