“Capaian penimbangan per Agustus 2023 alami penurunan 22,61 persen dari 24,41 persen. Artinya bahwa prevalensistunting di KabupatenTTU menunjukkan trend yang masih tinggi,” ungkap Roberth.
Roberth menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Bank BRI Cabang Kefamenanu melalui program BRI Peduli dalam menekan angka stunting di Kabupaten TTU.
Ia berharap dengan dukungan BRI melalui program BRI Peduli dan elemen lainnya bisa menekan prevalensi stunting di periode-periode berikut.
“Kita harapkan, selain BUMN, BUMD, NGO juga dari dana Desa melalui pemberian makanan tambahan selama 90 hari dan dana POK dari Puskesmas bisa menekan prevalensi stunting pada periode-periode berikut,” ungkapnya.
Robert pada kesempatan ini menyampaikan, untuk Kabupaten TTU ada beberapa Kecamatan yang masih tinggi prevalensi stunting yakni Mutis, Bikomi Tengah, Noemuti, Maubesi, Insana Fafinesu dengan Insana Utara.
Menurutnya intervensi yang tepat dalam menekan angka stunting adalah dengan pemberian asupan makanan. Sehingga, pemberian makanan tambahan lebih panjang, lebih efektif dan efisien sehingga stunting itu bisa dicegah.
“Itu solusinya. Perpanjang PMT yang lebih efektif dan efisien,” tutup Roberth. (Siu)







