“Ini baru calon wakil bupati,” kata seorang warga disambut tepuk tangan, mengapresiasi orasi Apremoi.
Apremoi Dethan adalah calon Wakil Bupati Rote Ndao dari paket Ita Esa yang juga diusung oleh partai politik yang sama mengusung Melki dan Johni, serta parpol pengusung presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo-Gibran.
Dia juga menegaskan bahwa Johni Asadoma bukan orang lain, tetapi putra Rote. Ibunda Johni, Magdalena Amalo/Tulle berasal dari Peto, Desa Maubesi, Kecamatan Rote TengahTengah, sehingga perlu didukung dan dipilih saat pilkada.
Sebagai mantan Kapolda NTT, sambung Apremoi, Johni dan Melki paham persoalan NTT, sehingga keduanya sudah paham apa yang perlu dilakukan untuk NTT.
“Pilih gubernur dan wakil gubernur itu yang sudah tahu apa yang dia buat ketika terpilih, dan tahu apa yang sedang dialami oleh masyarakat kecil,” katanya saat berorasi. “Jangan pilih pemimpin yang berlagak bos,” sambungnya.
Harus Tegak Lurus
Apremoi mengatakan, impian mewujukan perubahan di Rote Ndao dan Provinsi NTT akan jadi kenyataan.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat Rote Ndao bersatu untuk memilih Melki-Johni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor urut 2, dan Paulus Henuk -Apremoi Dethan sebagai calon bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao nomor urut 1.
“Untuk mewujudkan perubahan itu ada di tangan bapak dan mama. Presiden, kita memenangkan orang terbaik, maka provinsi juga kita memenangkan orang terbaik, apalagi Kabupaten Rote Ndao,” ujarnya berapi-api.
Sementara itu dalam orasinya, Johni Asadoma mengatakan, jika Melki-Johni terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, persoalan yang selama ini melekat pada masyarakat setempat pasti dituntaskan.







