Juga juga menjelaskan menampik pendapat kalau Lukman-Zakarias sudah tua dan tidak kuat fisik lagi.
“Dari sisi usia keduanya sudah sangat matang. Matang dalam memimpin, mapan dalam usia, mapan dalam pengambilan keputusan, tidak emosional,” jelas Nani, Ketua DPD II Golkar Flotim.
Lebih lanjut Nani mengatakan paket ini adalah produk jadi. “Tinggal kita dorong dan jadi, sehingga kita bisa berkarya,” tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Flotim itu.
Nani juga membantah Lukman membeli partai sebagai pintu untuk maju bertarung. “Tidak benar Pak Lukman beli partai. Pak Lukman sudah berbuat baik, terlibat dalam kegiatan amal masyarakat selama 3 tahun. Itu adalah garansi untuk partai memberi dukungan secara cuma-cuma,” urai Nani.
Sementara Lukman Riberu dalam orasi politiknya menyebut visi misi serta program kerja Lazkar Ribu Ratu. “Visi paket Lazkar adalah Flotim maju, sejahtera dan bermartabat,” tegasnya.
Bagi Lukman visi ini sangat penting karena Flotim sudah semakin tertinggal dari kabupaten-kabupaten tetangga. “Padahal potensi kita luar biasa, tapi masyarakat belum maju dan belum sejahtera,” kata Lukman, mantan pejabat eselon II di Kalimantan Barat.
Bersama Zakarias Paun yang juga berlatar birokrat, kata Lukman, Lazkar Ribu Ratu siap membangun Flotim menjadi lebih baik. (den)







