MBAI kabarntt.id—Hujan deras yang melanda wilayah pantai selatan Kabupaten Nagekeo sejak pekan lalu menyebabkan berbagai kerusakan. Selain putusnya jalan yang menghubungkan Kecamatan Nangaroro dan Kecamatan Keo Tengah, banjir akibat hujan deras juga menghanyutkan jaringan captering dan perpipaan di Desa Podenura, Kecamatan Nangaroro.
Akibatnya, 1.500 warga desa tersebut kesulitan air bersih. Saat ini warga terpaksa mengonsumsi air hujan dan air sumur yang rasanya asin.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Podenura, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Anselmus Nuwa. Ansel menyebutkan bahwa selama ini warga memperoleh air bersih dari satu-satunya sumber air di desa tersebut yaitu Dowo Ae Petu.
“Saat ini semua jaringan perpipaan dan captering telah hanyut terbawa banjir. Padahal jaringan perpipaan tersebut melayani kebutuhan air bersih untuk empat desa, yaitu tiga dusun di Desa Podenura, satu dusun di Desa Kotodirumali, satu dusun di Desa Riti dan satu dusun di Desa Tonggo,” jelas Ansel.
Ansel berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo dapat membantu memperbaiki jaringan perpipaan dan captering tersebut. “Semoga jaringan perpipaan dapat diperbaiki sehingga dapat kembali memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Podenura dan tiga desa lainnya,” harapnya.
Ansel juga berharap agar dalam waktu dekat ada bantuan air bersih bagi warganya. “Karena air bersih sangat penting bagi kesehatan, terutama dalam cuaca tidak menentu seperti saat ini. Jangan sampai ada warga yang sakit, sementara saat ini hujan terus turun dan kondisi jalan belum cukup stabil untuk dilalui,” katanya







