“Aaya datang mau beli minyak tanah tapi minyak kosong terus di pangkalan, di kios juga sama saja. Sudah tiga minggu minyak tanah langka, di pangkalan minyak kosong terpaksa masak pakai kayu bakar. Di kios tidak ada, tempat bensin juga tidak ada. Kalau begini kami susah sudah, pemerintah tolong perhatikan kelangkaan minyak tanah,” keluh Elvi, seorang ibu di Tarus. (sam)
Mitan Langka, Pimpinan DPRD Kupang Bicarakan dengan Pertamina







