Koli menilai bahwa ini merupakan sejarah pertama pemerintah panen pembenihan jagung hibrida.
Maksud dan tujuan pengembangan pembenihan jagung ini agar warga tidak membeli lagi benih dari luar serta merupakan wujud kemandirian dalam bidang pertanian.
“Walaupun skalanya 8 Ha kita juga apresiasi karena akan kembangkan lagi menjadi 30 Ha di sini. Produksi benih ini akan dibawa ke Sumba untuk dikembangkan di sana. Dari lahan 8 Ha ini bisa menghasilkan 15 ton benih untuk dikembangkan pada lahan dengan luas 1.000 Ha,” tandas Lecky. (sam)







