”Semakin besar sebuah bangunan, berarti atapnya sangat luas dan itu pasti akan menangkap sangat banyak air hujan. Dan Kantor Bupati Lembata cukup bagus untuk itu. Ini sekaligus jadi contoh untuk masyarakat,” kata Ben Assan.
Yaspensel juga mengusulkan agar kegiatan serupa harus masif dilakukan di dua area lain yakni lahan pertanian dan juga sumber mata air.
Selain Yaspensel, sejumlah pegiat LSM yang hadir antara lain Kornelis Sabon dari Yayasan Plan Indonesia, Veronika Deran dari Yayasan Stella Vitae, Nestor Tukan pengelola Projects Momentum, Petrus Pulang dari LSM Barakat, Maria Loka dari Permata, Kor Sakeng dari YKS dan beberapa ibu anggota serikat PEKKA Lembata.
Pertemuan ini difasilitasi oleh Sekretariat bersama NGO Lembata yang dikoordinasikan oleh Benediktus Bedil yang juga Direktur Barakat. (*/den)







