Lewat pelatihan yang dilakukan secara daring itu diharapkan akan lahir start up-start up baru di Kota Kupang yang mampu mendatangkan keuntungan ekonomi dengan memanfaatkan keunggulan teknologi terbaru.
Jefri memastikan upaya-upaya peningkatan ekonomi tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan protokol kesehatan yang berlaku. Mengingat Kota Kupang saat ini belum sepenuhnya aman dari Covid-19 dan jumlah pasien terkonfirmasi positif yang terus bertambah beberapa hari terakhir ini.
Upaya untuk memulihkan ekonomi juga tengah dilakukan Pemerintah Provinsi NTT. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Ir. Semuel Rebo, yang juga menjadi narasumber dalam webinar tersebut memaparkan sejak diberlakukannya masa new normal pada 15 Juli 2020 lalu, yang ditandai dengan dibukanya kembali sejumlah destinasi wisata andalan di NTT, Pemprov NTT ingin mendorong warga untuk terus berproduksi supaya ekonomi bisa kembali pulih.
Selain membuka kembali destinasi wisata, kata Rebo, upaya lain yang dilakukan Pemprov NTT untuk pemulihan ekonomi adalah merancang program padat karya di berbagai sektor seperti pertanian dan perikanan.
Upaya lainnya adalah menyalurkan skema kredit bagi para pelaku usaha serta mengajukan pinjaman dari pihak swasta senilai Rp 1,5 triliun untuk membiayai berbagai program termasuk sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, R.H Kristina, SKM.,M.Kes, selaku narasumber dari isntitusi pendidikan memberi apresiasi kepada pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di NTT yang telah membuat sejumlah langkah bijak sehingga saat ini wilayah NTT masih dikategorikan aman dari Covid-19.







