Bahkan, kata Kristina, berkat kebijakan-kebijakan tersebut pertumbuhan ekonomi di NTT selama lima bulan terakhir sejak Maret 2020 lalu masih dalam taraf normal.
Diakui Kristina, upaya peningkatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 dan upaya penanganan kesehatan ibarat buah simalakama. Namun kedua sektor itu sama pentingnya bagi masyarakat.
Untuk itu kepada pemerintah dia menyarankan untuk memperketat pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan dengan menekankan pembatasan sosial terutama pada keramaian dalam acara-acara yang menghadirkan banyak orang.
Apresiasi juga disampaikan pengamat ekonomi, Dr. James Adam, yang juga menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Menurut Adam, pemerintah daerah sudah sangat serius menyiapkan langkah antisipasi untuk penanganan Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian.
Adam mengakui, upaya pemulihan ekonomi saat ini memang sulit, karena sebelum Covid-19 melanda ekonomi dunia tiga tahun terakhir pun sudah goyah.
Untuk itu dia memberi saran kepada pemerintah daerah tentang bagaimana upaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Saran pertamanya adalah pemda perlu mengoptimalkan stimulus daerah berupa bantuan-bantuan sosial yang disalurkan kepada warga.
Pemda juga, menurutnya, perlu mengoptimalkan anggaran belanja publik. Apalagi menurutnya saat ini pemerintah pusat sudah memberi kewenangan kepada pemda untuk merasionalisasi dan meralokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. (pkp_ans/jms/nis/den)







