Tak lupa, Lumba berharap agar petugas kesehatan di puskesmas selalu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Kemudian Lumba berkeliling memantau setiap ruangan tanpa terkecuali.
Kepala Puskesmas Takari, Yelmis Hatan, menyatakan bahwa puskesmas Takari kekurangan tenaga dokter. “Kami di sini sangat membutuhkan tambahan tenaga khusus dokter umum. Kami minta cukup satu orang saja Pak Penjabat Bupati. Karena di sini tenaga dokter yang ada hanya satu orang, itu pun dokter yang mendapatkan penugasan khusus dari Kemenkes,” ungkap Hatan.
Dari Puskesmas Takari, Lumba bersama rombongan di antaranya Asisten 2 Setda, Mesak Elfeto, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang, Frans Taloen, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Tonci Teuf, Kasat Pol PP, Richard Benu, mengunjungi lokasi mulut tambang Takari, dan memantau galian C di Takari.
Dalam perjalanan saat itu, Lumba menyempatkan diri berkomunikasi dan menanyakan pembayaran retribusi truk pasir yang lewat. Lumba menemukan ada truk yang memegang kupon putih dari kabupaten tetangga, yaitu TTS yang datang mengambil pasir di Kabupaten Kupang melewati jalan Kabupaten Kupang.
“Tentunya ini sangat merugikan Kabupaten Kupang. Masa mereka pegang kupon putih tapi datang ambil pasir di Kabupaten Kupang melewati jalan kabupaten? Bebas dong tidak ada pemungutan,” kata Lumba.
Lumba juga menemukan sopir truk yang tidak membawa kupon dengan alasan sudah dibayarkan oleh bos perusahaan. “Pimpinan perusahaan saya sudah beli buku karcis pak, jadi kami disuruh tidak membayar lagi di pos jaga,” ungkap Alex, salah satu sopir sebuah perusahaan.







