“Bapa Telland, kami di sini rasanya bantuan-bantuan sosial untuk masyarakar kurang mampu belum semua terakomodir, sehingga kami mohon sebagai wakil rakyat dapat memperjuangkan suara-suara kecil ini mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya sebagai warga Kota Kupang,” seru Lidya.
Sementara seorang siswa SMA Ratih Toulasik, dengan air mata mengeluhkan rumahnya yang masih bolong karena terdampak seroja. Kedua orang tuanya adalah disabilitas tuna rungu, sehingga meminta bantuan agar bisa membantu atap rumahnya yang sangat memprihatinkan tersebut.
“Bapa, orang tua saya disabilitas tidak bisa omong dengan jelas. Saya mewakili kedua orang tua saya yang disabilitas sangat mengharapkan agar pemerintah juga bisa hadir buat kami orang susah, perhatikan kami juga agar kami bisa sejahtera,” jelasnya dengan air mata.
Sebelum menjawab seluruh keluh kesah warga, dengan spontan Tellend Daud langsung memberikan dana bantuan untuk oma Frederika untuk membeli pintu dan jendela rumah, dan juga bantuan dana seng untuk anak Ratih.
Dalam memberikan penjelasan kepada warga RT 24 RW 07 Kelurahan Oetete, Kecamatan Oebobo Kota kupang, Tellend menyampaikan bahwa inilah tujuannya anggota DPRD atau wakil rakyat harus turun dan melihat langsung keadaan yang terjadi lingkungan masyarakat, dengan begitu bisa mengetahui secara pasti apa yang dibutuhkan masyarakat, dan ketika kita di sidang itulah yang kita perlu bawa dan perjuangankan agar semua ini bisa tercapai.
“Inilah tujuan dari kami turun di lapangan. Reses ini kami gunakan untuk turun ke masyarakat dan mengumpulkan informasi atau aspirasi masyarakat, sehingga aspirasi-aspirasi yang kami dapat dari masyarakat kami bisa perjuangkan dalam sidang, baik itu sidang dengan mitra maupun pada sidang anggaran,” seru kader Golkar ini.(np)







