Atas keseriusan bersama inilah, maka Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberi perhatian berupa bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan senilai Rp 49 miliar.
“Anggaran ini sangat besar, nilainya Rp 49 miliar dari Menteri Kesehatan. Ini juga bagian dari kerja keras teman-teman perencanaan rumah sakit dalam mengajukan proposal yang dilengkapi dengan data yang akurat sehingga orang pusat melihat bahwa kita memang butuh dana itu,” katanya.
Oktelin menjelaskan, dana bantuan ini akan digunakan untuk keperluan membangun gedung RSPP tiga lantai serta fasilitas kesehatan lainnya. Rinciannya satu gedung rawat inap tiga lantai senilai Rp 35 miliar yang pekerjaannya dimulai tahun 2021.
Selain ini, disisihkan dana Rp 12 milliar untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), Rp 1 milliar pengadaan air RO untuk kepentingan cuci darah.
“Alat ini nantinya untuk menyaring air agar tidak mengandung kapur dan tidak mengandung kuman dan murni untuk air cuci darah, serta mengadakan dua unit ambulans senilai Rp 700 juta, sehingga totalnya nanti sekitar Rp 49 milliar,” urai Oktelin.
Selain dana itu, kata Oktelin, tahun ini pihaknya juga mendapat alokasi dana Rp 4 miliar yang digunakan untuk kegiatan pelayanan kepada masyarakat.
“Tahun lalu kita dapat dana Rp 19 miliar, dan dipakai sebanyak Rp 14 miliar untuk bangun gedung IGD dan pengadaan alkes senilai Rp 5 miliar,” urai Oktelin.
Pihaknya, kata Oktelin, sudah mengusulkan agar RSPP Betun ini dijadikan rumah sakit rujukan khusus perbatasan karena memang rumah sakit ini berada di garis batas selatan, dimana sering juga menerima rujukan pasien dari TTU, TTS, Belu bahkan sebagian dari Distrik Suai, Negara Timor Leste.







