Suara Dari Lembata, Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan

lembata bala1

Terhadap kejadian ini, media perlu bergandengan tangan dengan semua elemen kritis, kampus, NGO, dan para aktivis untuk mengungkap lebih terang benderang fakta-fakta di balik kasus penganiayaan itu ke ruang publik.

Petrus Pulang, akademisi dan peneliti menyampaikan apresiasi atas solidaritas profetis jurnalis dalam konteks persoalan malam itu. Di satu sisi sedang menjalankan satu tugas metodologi. Inginkan data tervalidasi, melalui interview, investigasi untuk melihat data tervalidasi tidak. Di satu sisi terintimidasi dan di sisi lain mau mendapatkan data tervalidasi.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Bagi saya, jurnalis itu doktor sosial dan menariknya dalam kerja ini mereka terintimidasi, dan apakah tetap konsisten atau tidak memvalidasi data secara otentik melalui investigasi, interview,” tegas Petrus Pulang.

Hiero Bokilia mengatakan, ancaman hingga kekerasan fisik kepada wartawan bukan hal baru. Namun sangat disayangkan masih terus terjadi.

Ia berharap, ketika jurnalis mengembangkan jurnalisme damai, masyarakat pun dapat menempatkan diri sebagai pembaca damai agar tak memahami secara terputus pemberitaan media dan kemudian beropini secara liar yang berakibat terjadinya main hakim sendiri.

Jurnalis pun, kata Hiero Bokilia, harus memback diri baik secara aturan, juga penguasaan materi pemberitaan agar yang disajikan ke publik komprehensif dan tak menimbulkan multi tafsir atas pemberitaan. Media juga harus siap dikoreksi sepanjang koreksi konstruktif.  (ona)

Pos terkait