Suara Dari Lembata, Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan

lembata bala1

Suara Dari Lembata, Hentikan Kekerasan Terhadap Wartawan

LEWOLEBA kabarntt.id—Kasus kekerasan terhadap  pekerja media harap segera dihentikan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Harapan ini dikemukakan Petrus Bala Wukak, anggota DPRD Lembata dari Fraksi Partai Golkar dalam Diskusi Rabuan di Aketode Starbackan Cafe, Lewoleba, Rabu  (27/4/2022) malam.

Diskusi itu khusus membahas aksi premanisme yang menimpa Fabianus Latuan, Pemimpin Redaksi suaraflobamora.com di Kupang, Selasa (26/4/2022) siang.

Diskusi itu menghadirkan pembicara Petrus Bala Wukak, anggota DPRD Lembata, Aleksander Paulus Taum (Ketua Forum Jurnalis Lembata (FJL), Dr. Hamzah Wulakada (akademisi Undana Kupang), Petrus Pulang  (akademisi), dan Hiero Bokilia ( jurnalis Victory News).

Diskusi dipandu Freddy Wahon, Direktur Pondok Perubahan.

Dalam diskusi itu, Petrus Bala Wukak menegaskan, aksi kekerasan terhadap Fabianus Latuan diharapkan terakhir terjadi d NTT.

“Sebagai wakil rakyat saya merasa hari ini NTT gelap, noktah hitam demokrasi kita. Ikuti berita media, semua mengutuk keras atas peristiwa yang dialami Fabian Latuan. Ia mewakili jurnalis yang mengalami kekerasan,” tegas Petrus Bala Wukak.

Menurutnya, kehadiran Fabianus Latuan bersama sejumlah rekan jurnalis di PT Flobamora untuk jumpa pers terkait dividen Rp 1,5 miliar yang tidak disetor sesuai temuan BPK. Karena itu, penganiayaan diduga sebagai skenario yang dibangun secara sadar.

“PT Flobamora harus bertanggung jawab secara hukum karena pembantaian terjadi di PT Flobamora. Ada pelaku intelektual yang bermain sehingga di siang bolong orang bisa melakukan tindakan kekerasan. Ini tindakan pengecut yang dengan cadar topeng melakukan kekerasan terhadap wartawan,” kutuk Petrus Bala Wukak.

Pos terkait