Sementara itu Danki Brimob Kompi B Ende, Lettu Antonio Cortereal, mengatakan, granat dan mortir yang dimusnahkan itu ditemukan di tiga tempat yang berbeda Salah satunya ditemukan di Riung, Keabupaten Ngada tahun 2019 lalu.
“Kita ditelepon oleh Polres Ngada ada bahan peledak yang ditemukan warga di Kecamatan Riung,” ujar Antonio.
Dia menyebutkan, bahan peledak berupa mortir yang ditemukan itu sudah sempat dibersihkan warga. “Sudah berkarat. Beruntung tidak meledak,” katanya.
Sementara dua granat lainnya, kata Antonio, ditemukan di Ndona dan di area Sat Brimob Ende.
Antonio mengaku, karena tidak ada gudang penyimpanan bahan peledak, maka pihaknya berkoordinasi dengan satuan di atasnya untuk memusnahkan bahan peledak yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II itu. (ase)







