Dengan merujuk pada David Osborne, Marianus mengatakan, reformasi birokrasi itu dibuat dengan menggunakan reinventing government.
“Ada 10 langkah di situ. Jadi pelantikan hari ini, teman-teman dari struktural beralih ke fungsional, itu mereka harus tingkatkan profesionalitasnya,” tandas Marianus.
Dikatakan Marianus, setiap orang harus punya profesionalitas sehingga saat bekerja bisa menghasilkan output dan outcome yang jelas, yang berguna dan bermanfaat untuk kepentingan bersama.
Marianus mengatakan, pejabat Eselon I dan II jabatannya tetap struktural, tetapi eselon III ke bawah beralih menjadi jabatan fungsional.
“Jadi nanti kita akan bagi sesuai dengan jabatan mereka, jabatannya apa. Misalnya analis kependudukan, dia harus belajar tentang ilmu kependudukan, terus kemudian kita punya program, kita punya data-data, dia buat kajian. Kira-kira ini masalahnya apa, lalu harus menyusun strategi seperti apa, sehingga bisa keluar dari masalah?” papar Marianus.
Dengan cara ini, kata Marianus, apa yang menjadi target tahun 2021, target program, output program harus lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini.
Marianus mengingatkan, tiga tugas utama BKKBN dalam melayani publik, yakni pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.
“Tiga ini ada hubungan. Penduduk itu ya kita-kita ini. Setelah orang nikah tentu di dalam keluarga itu ada orang-orang yang kita sebut penduduk. Dan di dalam keluarga supaya keluarga itu menjadi maju, sejahtera ke depan maka direncanakan melalui keluarga berencana,” urai Marianus. (bet)







