Empat Nyawa Melayang, JPIC SVD Timor Nyatakan Sikap

DOMI KAJU

Karena itu, JPIC menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.​ “Tidak ada pembenaran untuk membunuh warga sipil,” menjadi salah satu pesan utama dalam pernyataan JPIC tersebut.​

Sikap itu sejalan dengan kecaman Kementerian HAM RI terhadap penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya.​ Pemerintah juga menyerukan agar proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara tuntas.​

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

JPIC juga menolak logika bahwa kekerasan dapat menjadi jalan penyelesaian konflik.​”JPIC SVD Timor tidak memihak pada OPM maupun pendekatan militeristik semata. Kami menolak logika kekerasan sebagai jalan penyelesaian,” demikian sikap yang disampaikan P. Domi Kadju, SVD.​

Menurut JPIC, persoalan Papua memiliki kompleksitas sejarah, sosial, politik, ekonomi dan kepentingan sumber daya alam.​ Namun kompleksitas tersebut tidak boleh membuat keselamatan warga sipil menjadi korban yang terus berulang.​

Dialog Kemanusiaan

​JPIC SVD Timor mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk membuka ruang dialog sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian damai. ​Dalam pernyataannya, JPIC merujuk pada gagasan Papua Road Map dan menyerukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di Tanah Papua dalam proses pencarian jalan keluar.​

Namun, JPIC menekankan bahwa dialog harus berjalan bersamaan dengan perlindungan warga sipil dan penegakan hukum.​ “Negara wajib memastikan setiap warga bebas dari rasa takut, berhak hidup, bekerja, bersekolah dan mendapatkan pelayanan tanpa takut menjadi korban,” tegas JPIC SVD Timor dalam pernyataan sikap.

Pos terkait