KEFAMENANU kabarntt.id – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 3 tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan.
Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2020 sebanyak 7 kasus, tahun 2021 sebanyak 11 kasus dan tahun 2022 sebanyak 19 kasus. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2020 sebanyak 46 kasus, tahun 2021 sebanyak 34 kasus dan tahun 2022 sebanyak 45 kasus.
“Kondisi ini mengharuskan pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya pencegahan agar tidak mengalami kenaikan di tahun-tahun mendatang,” ucap Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Salvatore Lake usai kegiatan Desiminasi Hasil Penelitian Eksplorasi Permasalahan Maternal Neonatal, Selasa (12/12/2023).
Salvatore mengatakan, hasil kajian dan penelitian LP2M dari Universitas Cendana (Undana) menyebutkan penyebab kematian Ibu dan Bayi bukan masalah medis tetapi juga faktor kultur dan lain-lain yang ada di masyarakat.
Kondisi ini, imbuh Salvatore menjadi input bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya melalui tindakan medis tetapi juga edukasi kepada masyarakat sehingga mereka mengetahui cara hidup sehat terutama ibu-ibu yang mau melahirkan.
“Tentunya mereka (ibu-ibu-red) harus lebih rutin melakukan kontrol kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat sehingga memudahkan pada saat persalinan,”ungkap Salvatore.
Salvatore mengatakan, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, pihaknya akan mendorong pihak-pihak terkait untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Untuk tindakan medis tentunya melalui Dinas Kesehatan. Tetapi edukasi tentunya tanggungjawab kita bersama sehingga kita berharap, kedepan angka kematian ibu dan angka kematian bayi berkurang. Karena AKI dan AKB menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Siu)






