Sebagai contoh, “Beberapa inisiatif strategis di Kementerian BUMN didorong pelaksanaannya berlandaskan pada nilai AKHLAK yang berkaitan erat dengan dasar negara Indonesia, Pancasila. Pendidikan atas nilai-nilai ini memerlukan waktu panjang sehingga harus ditanam sedini mungkin. Semoga program ini dapat menjadi program berskala nasional sehingga mampu mendorong Indonesia menjadi negara kuat maju di tahun 2045,” Kartika menegaskan.
Sebagai salah satu pelaku bisnis energi di tanah air, CEO Group Indika Energy Aziz Armand juga meyakini implementasi nilai-nilai unggul di dunia bisnis merupakan pendekatan strategis terbaik dalam menggenjot pertumbuhan.
“Bisnis mustahil dikembangkan tanpa basis nilai-nilai unggul. Prinsip ini berlaku universal. Maka tumbuhnya kesadaran atas nilai perlu terus-menerus kita dorong,” kata Aziz.
Mengambil tempat di Green School, Ubud, Bali, V20 2022 Summit menghadirkan sekitar 50 pembicara dari sembilan negara. Mereka akan menghimpun, memperkaya, sekaligus membagikan nilai-nilai terbaik dalam bentuk rekomendasi kebijakan yang dihimpun dalam Komunike V20 2022 guna menyokong G20 Presidensi Indonesia.
Kebhinekaan wajah para pembicara, panelis, dan fasilitator menjadi salah satu kekuatan utama V20 2022 Summit. Mereka terdiri dari para praktisi global di arena nilai-nilai yang tergabung sebagai V20 Founding Circle, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis, aktivis lingkungan, peneliti, praktisi pendidikan serta penggerak komunitas.
Di antaranya, Dr. Richard Barrett, anggota V20 Founding Circle, penulis, dan Pendiri Barrett Academy for the Advancement of Human Values (Inggris); Shiv Khemka, anggota V20 Founding Circle dan Executive Chairman The Global Education and Leadership Foundation (India); Dr. Vivi Yulaswati, Staf Ahli BAPPENAS dan Ketua SDGs Indonesia; Alexandra Askandar, Ketua Forum Human Capital Indonesin dan Wakil CEO Bank Mandiri; Nicko Widjaja, CEO – BRI Ventures, Indonesia.







